Kondisi kekeringan meteorologis di Jawa Tengah mulai menunjukkan perbaikan signifikan dengan memasuki Dasarian III September 2026 atau periode 21 hingga 30 September. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mencatat turunnya status peringatan dini di sejumlah wilayah yang sebelumnya berada pada tingkat Awas.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jateng, Goeroeh Tjiptanto, mengkonfirmasi bahwa beberapa wilayah telah melewati puncak musim kemarau dan kini beralih ke fase transisi menuju musim hujan. Perubahan ini terlihat jelas dari pembaruan peta peringatan dini kekeringan meteorologis yang dikeluarkan BMKG untuk periode Dasarian III.
Berdasarkan data terbaru, sembilan wilayah di Jawa Tengah kini berada pada status Waspada kekeringan meteorologis. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Semarang, serta Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, dan Grobogan. Penurunan status ini menandakan kondisi kekeringan mulai meluruh di daerah-daerah tersebut.
Sementara itu, status Siaga tetap diberlakukan untuk Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Di sisi lain, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berada pada status Awas, mencakup Kota Tegal serta Kabupaten Brebes, Cilacap, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kebumen, Purworejo, Magelang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Perubahan paling mencatatkan terjadi di Kabupaten Banyumas. Pada Dasarian II September (periode 11-20 September), Banyumas masih termasuk wilayah dengan status Awas kekeringan meteorologis. Namun pada Dasarian III, statusnya turun menjadi Waspada, menunjukkan adanya perbaikan kondisi iklim yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Goeroeh menjelaskan bahwa pembaruan status kekeringan meteorologis dilakukan BMKG berdasarkan perkembangan kondisi iklim pada setiap dasarian. Penurunan status di sejumlah daerah mengindikasikan bahwa kondisi kekeringan mulai meluruh, meskipun sebagian wilayah masih berpotensi terdampak. Perkembangan ini menjadi indikasi awal transisi dari musim kemarau menuju musim hujan di Jawa Tengah.
BMKG terus memantau perkembangan kondisi iklim dan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan di wilayah yang masih berstatus Awas dan Siaga, serta mengantisipasi hujan lokal yang mungkin terjadi di wilayah yang sudah memasuki fase transisi musim. (bay/lar)