Budaya

Ambulans Pengantar Jenazah Terjadi Kecelakaan di Purbalingga, Polisi Bantu Evakuasi hingga Ganti Ban

  • PURBALINGGA — Perjalanan terakhir seorang almarhum dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Purworejo terhenti sejenak di jalan menurun Dusun Bayeman Lor, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Minggu (27/9) dini hari.
  • Kecelakaan tunggal itu terjadi saat kendaraan melintasi tikungan tajam ke kanan di kawasan yang terhampar kabut tebal disertai gerimis.
  • Akibat tabrakan, bumper depan hancur, bodi sisi kiri penyok, kaca samping pecah, spion terlepas, dan ban depan kanan rusak parah.
  • Kapolsek Karangreja, AKP Arisno, mengatakan pihaknya segera turun ke lokasi usai menerima laporan melalui Call Center 110.

PURBALINGGA — Perjalanan terakhir seorang almarhum dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Purworejo terhenti sejenak di jalan menurun Dusun Bayeman Lor, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Minggu (27/9) dini hari. Ambulans Daihatsu Luxio nomor polisi B 1928 DFW yang dikemudikan M Al Gibran Koesmana masuk ke parit dan menabrak batu besar sekitar pukul 04.15 WIB.

Kecelakaan tunggal itu terjadi saat kendaraan melintasi tikungan tajam ke kanan di kawasan yang terhampar kabut tebal disertai gerimis. Jarak pandang sopir menjadi sangat terbatas, ditambah ketidakkenalan jalur membuat ambulans justru berjalan lurus keluar jalur hingga terjun ke parit tepi jalan.

Akibat tabrakan, bumper depan hancur, bodi sisi kiri penyok, kaca samping pecah, spion terlepas, dan ban depan kanan rusak parah. Jenazah yang diangkut sempat tertahan di tengah perjalanan.

Kapolsek Karangreja, AKP Arisno, mengatakan pihaknya segera turun ke lokasi usai menerima laporan melalui Call Center 110. Tidak hanya mengevakuasi ambulans dari parit, personel polisi juga langsung turun tangan membantu mengganti ban depan yang pecah. Usaha itu dilakukan agar kendaraan dapat segera melanjutkan perjalanan mengantarkan jenazah ke tujuan akhir di Kabupaten Purworejo.

Tindakan personel Polsek Karangreja itu mencerminkan gotong royong yang masih kuat melekat dalam budaya masyarakat Jawa Tengah. Di tengah duka keluarga, hadirnya aparat yang tidak hanya mengurus administrasi kecelakaan tetapi juga ikut memastikan jenazah sampai ke tangan keluarga, menjadi gambaran nyata kemanusiaan di balik seragam.

Kecelakaan ini juga mengingatkan pentingnya kesadaran berkendara di jalur menurun berbukit, terutama saat cuaca buruk. Bagi sopir ambulans yang sering melintas antar kota, memahami karakter jalan setempat bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan tanggung jawab moral terhadap penumpang yang diangkut — baik yang hidup maupun yang telah tiada.

Hingga berita ini ditulis, jenazah sudah aman tiba di Purworejo dan akan diserahterimakan ke keluarga untuk prosesi pemakaman menurut adat set (air/lar)

← Kembali ke beranda