Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sedang menyiapkan program asuransi pertanian khusus untuk petani sawah guna mengantisipasi dampak disastroso karena keadaan puso. Program ini dirancang untuk melindungi hingga 10 ribu hektare lahan sawah di seluruh provinsi dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem atau wabah penyakit tanaman.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa asuransi akan dikelola melalui PT Jamkrida Jateng, sehingga petani yang mengalami kerugian tidak perlu terjerat oleh pinjaman online atau pinjaman dari rentenir yang sering memanfaatkan situasi kritis. Dengan adanya jaminan ini, diharapkan petani dapat lebih tenang dalam melakukan budidaya tanpa takut kehilangan modal.
Selain memberikan kompensasi finansial, program asuransi ini juga akan dikaitkan dengan koordinasi yang lebih erat dengan Kementerian Pertanian guna memastikan ketersediaan benih berkualitas dan petunjuk teknik budidaya yang tepat. Dengan begitu, petani tidak hanya mendapatkan proteksi finansial tetapi juga dukungan untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah mereka.
Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jateng dalam mengurangi kerugian ekonomi petani akibat iklim yang semakin ekstrem. Diharapkan dengan adanya asuransi pertanian, stabilitas ekonomi petani dapat terjaga dan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Jawa Tengah dapat tetap konsisten. (wm/lar)