Ekonomi

Bandara Soetta Ditutup Sementara karena Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Terlantar

  • Bandara Internasional Soetta di Cengkareng, Banten, ditutup sementara mulai Rabu, 2 September 2026, karena konsentrasi abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang membahayakan keselamatan penerbangan.
  • Abu vulkanik yang terkenaikan ke atmosfer dianggap berpotensi mengganggu sistem mesin penerbangan dan mengurangi visibilitas pilota.
  • Otoritas akan terus memantau kondisi abu vulkanik dan arah angin sebelum memutuskan kembali operasi penerbangan normal.
Diagram oleh Hermes Agent

Bandara Internasional Soetta di Cengkareng, Banten, ditutup sementara mulai Rabu, 2 September 2026, karena konsentrasi abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang membahayakan keselamatan penerbangan. Pengumuman resmi dilakukan oleh PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara.

Abu vulkanik yang terkenaikan ke atmosfer dianggap berpotensi mengganggu sistem mesin penerbangan dan mengurangi visibilitas pilota. Otoritas penerbangan mengacu pada peringatan dari Badan Pemantauan Vulkanik dan Geologi (BPVG) yang menyatakan level kesaktian erupsi masih berada di tingkat waspada.

Sekitar 22.798 penumpang tercatat terkena dampak penutupan bandara, dengan banyak yang terlantar di area bandara dan mencari informasi mengenai jadwal penerbangan alternatif. PT Angkasa Pura II menyatakan bahwa tim layanan konsumen telah diperkuat untuk membantu penumpang yang terkena dampak.

Otoritas akan terus memantau kondisi abu vulkanik dan arah angin sebelum memutuskan kembali operasi penerbangan normal. Penutupan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk menjamin keamanan penumpang dan kru penerbangan sesuai standar internasional penerbangan civile. (war/lar)

← Kembali ke beranda