Lingkungan

Dua Bocah Tenggelam di Banjir Kanal Barat, Satu Ditemukan Meninggal

  • Suasana di sekitar Bendungan Gerak, Tawangmas, Semarang Barat, mendadak ramai pada Sabtu (3/10/2026) petang.
  • Satu korban bernama Adi Pratama (12) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 17.
  • Menurut Moel, peristiwa bermula ketika empat anak mandi di sekitar Bendungan Gerak Kokrosono sekitar pukul 12.
  • Banjir Kanal Barat memang dikenal memiliki arus bawah yang kuat, terutama di area pintu air dan bendungan.
Illustrator Cover

Suasana di sekitar Bendungan Gerak, Tawangmas, Semarang Barat, mendadak ramai pada Sabtu (3/10/2026) petang. Sejumlah petugas Basarnas dan pemadam kebakaran berlalu-lalang di bantaran Banjir Kanal Barat (BKB), menyisir permukaan sungai dengan perahu serta menyelam ke dasar di sekitar pintu air. Pencarian digelar setelah dua bocah berusia 12 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi di sungai tersebut.

Satu korban bernama Adi Pratama (12) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB. Kepala Bidang Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono, mengonfirmasi penemuan jenazah Adi di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi pintu air. Sementara korban kedua, Adit (12), hingga Sabtu pukul 18.40 WIB belum ditemukan. Puluhan personel terus menyusuri aliran BKB dengan mendorong satu perahu karet dan satu perahu kayu milik warga yang dikerahkan bantu pencarian.

Menurut Moel, peristiwa bermula ketika empat anak mandi di sekitar Bendungan Gerak Kokrosono sekitar pukul 12.30 WIB. Arus sungai yang cukup deras diduga menarik kedua korban ke dasar sungai. Dua anak lainnya selamat dan berhasil mengangkat alarm. Warga sekitar pun berkerumun di bantaran sungai menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung hingga malam.

Banjir Kanal Barat memang dikenal memiliki arus bawah yang kuat, terutama di area pintu air dan bendungan. Kondisi ini memperparah risiko tenggelam bagi yang tidak mengenal karakter sungai. Basarnas terus melakukan penyisiran di sejumlah titik di sekitar pintu air, namun pencarian Adit belum menemukan hasil hingga artikel ini ditulis. Petugas tidak menutup kemungkinan arus sudah membawa jenazah ke hilir.

Kejadian ini mengingatkan bahaya beraktivitas di dekat aliran sungai besar tanpa pengawasan dan perlengkapan keselamatan. Pemerintah daerah serta Basarnas sempat mengimbau warga, terutama anak-anak, untuk tidak bermain atau mandi di area BKB yang rawan arus bawah. Tragedi ini menjadi pengingat keras soal pentingnya edukasi keselamatan air bagi masyarakat pinggir sungai. (bay/lar)

← Kembali ke beranda