Dinas Kesehatan Jawa Tengah sedang melakukan investigasi mendalam mengenai kejadian keracunan makanan bakteri (MBG) yang telah menginfeksi sebanyak 1.140 orang di wilayah Solo dan Rembang. Tim epidemiologi dan laboratorium kesehatan provinsi telah mengambil sampel makanan, air minum, dan lingkungan dari lokasi terkait untuk dianalisis.
Peneliti mencari kontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. coli patogenik, atau Staphylococcus aureus yang sering menjadi penyebab MBG. Selain itu, mereka juga memeriksa kemungkinan racun kimia atau metal berat yang bisa menyebabkan gejala serupa.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyampaikan bahwa proses investigasi memerlukan waktu karena perlu melakukan uji ulang dan konfirmasi hasil laboratorium. Hasil akhir akan ditetapkan sebagai dasar untuk memperketat standar keamanan pangan dan melakukan sosialisasi kepada pedagang serta konsumen.
Selama menunggu hasil, dinas kesehatan telah memberikan layanan kesehatan gratis kepada pasien yang mengalami gejala MBG di fasilitas kesehatan setempat. Mereka juga mendistribusikan tablet rehidrasi oral dan memberikan edukasi tentang pentingnya mencuci tangan dan memasak makanan dengan sempurna. (red/lar)