Gunung Merapi, yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dengan melepaskan lava panas sebanyak lima kali ke Sungai Sat dan Sungai Putih, Kamis (5/9/2026). Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipantau melalui pos pengamatan, jarak arus lava yang terpancar mencapai maksimal 2 kilometer dari ketinggian puncak.
Kegiatan ini menyebabkan perhatian khusus dari warga yang tinggal di daerah lereng Gunung Merapi, terutama di wilayah yang mungkin terjangkit panas lava dan abu vulkanik. Meskipun belum ada laporan korban atau kerugian material yang signifikan, BNPB dan PVMBG telah meningkatkan tingkat waspada dan meminta masyarakat untuk tetap menjauhi zona yang didefinisikan sebagai zona berbahaya.
Otoritas setempat, termasuk Pemerintah Kabupaten dan BPBD, telah melakukan patroling serta menyebarkan informasi melalui loudspeaker dan media sosial mengenai tanda-tanda awal bahaya lava panas. Selain itu, tim siaga siap melakukan evakuasi cepat jika kondisi memburuk. BMKG menegaskan bahwa monitoring dilakukan secara real-time menggunakan seismograph, GPS, dan kamera CCTV yang ditempatkan di titik-titik kritis sekitar gunung.
Warga dianjurkan untuk tidak panik tetapi tetap waspada, mengikuti instruksi resmi dari pelaksana penanggulangan bencana, dan menyimpan logistik darurat minimal. Informasi terbaru dapat diakses melalui situs resmi BMKG dan akun media sosial resmi BPBD Jawa Tengah. (wm/lar)