Ketergantungan PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang terhadap pasokan air dari PT Sarana Tirta Ungaran (STU) mulai menarik perhatian serius Pemerintah Kabupaten Semarang. Harga air yang dibeli PDAM dari STU terus mengalami kenaikan bertahun-tahun, menciptakan tekanan pada keuangan perusahaan daerah tersebut.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkapkan kekhawatirannya terkait tren kenaikan harga tersebut. Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, harga beli air ke STU naik hampir 10 persen. Jika diakumulasikan selama tiga tahun, kenaikannya mencapai sekitar 30 persen. Angka ini menjadi perhatian khusus karena berdampak langsung pada margin keuntungan PDAM.
"Kalau ini seperti ini terus, PDAM akan semakin tergerus labanya, bisa minus. Ini harus hati-hati," ujar Bupati Ngesti saat meninjau kondisi keuangan PDAM bersama Dewan Pengawas (Dewas) PDAM, Senin (5/10/2026). Ia menekankan bahwa kebijakan penentuan tarif air bersifat nasional, sehingga kenaikan harga beli dari STU tidak selalu bisa diimbangi dengan kenaikan tarif jual ke pelanggan.
Perjanjian kerja sama antara PDAM dengan PT STU sendiri masih berlangsung hingga 2031. Jangka panjangnya kontrak ini membuat Pemkab Semarang harus mencari strategi mitigasi agar PDAM tidak terjebak dalam ketergantungan penuh yang merugikan. Pemkab mulai mengkaji pengembangan sumber air alternatif agar PDAM memiliki daya tawar lebih baik dalam negosiasi harga.
Salah satu arah yang dieksplorasi adalah optimisasi sejumlah sumur milik PDAM yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Jika sumber air sumur tersebut dapat menghasilkan pendapatan, menurut Ngesti, hal itu bisa menjadi program penguatan kondisi keuangan perusahaan daerah. "Jadi tidak hanya bergantung pada STU, tapi sumber lain," katanya.
Pemkab Semarang juga membahas potensi sumber air di Kecamatan Tengaran. Namun, pembangunan infrastruktur sarana baru tersebut masih harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran PDAM. Langkah ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi sumber air jangka menengah guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok utama.
Kebijakan diversifikasi ini diharapkan tidak hanya mengamankan kestabilan pasokan air bagi warga, tetapi juga menjaga kesehatan keuangan PDAM Tirta Bumi Serasi agar tetap berjalan di jalur yang sehat dan berkelanjutan. (nau/lar)