Ekonomi

HUT Ke-81 Jateng: Menakar Capaian dari Ekonomi hingga Kesejahteraan Rakyat

  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 mencapai 5,80 persen, yang menempati posisi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Selain pertumbuhan ekonomi, data menunjukkan penurunan angka kemiskinan dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.
  • Terhadap lapangan kerja, realizasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp48,54 triliun dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 213.
  • Gubernur Jawa Tengah menyatakan bahwa capaian Semester I 2026 merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 mencapai 5,80 persen, yang menempati posisi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini juga membuat kontributor ekonomi Jawa Tengah menjadi keempat terbesar di Indonesia, mencerminkan dinamika pertumbuhan yang stabil di provinsi.

Selain pertumbuhan ekonomi, data menunjukkan penurunan angka kemiskinan dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Penurunan ini dianggap sebagai hasil dari kebijakan pengentasan kemiskinan yang diterapkan pemerintah provinsi, termasuk program pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan akses layanan dasar.

Terhadap lapangan kerja, realizasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp48,54 triliun dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 213.217 orang. Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya didorong oleh konsumsi, tetapi juga oleh investasi yang berkelanjutan dan mampu menciptakan lapangan baru.

Gubernur Jawa Tengah menyatakan bahwa capaian Semester I 2026 merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan Jawa Tengah menuju tahun anggaran berikutnya. (war/lar)

← Kembali ke beranda