Kebakaran melanda Panti Asuhan Darul Hadlonah di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 10.10 WIB. Api yang bermula dari lantai tiga gedung sempat mengancam nyawa tiga anak yatim piatu yang berada di dalamnya.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kepulan asap pertama kali terlihat oleh seorang petugas parkir SDU Muslimat NU Kudus. Saat itu, tiga anak panti asuhan — yang semuanya tidak bersekolah karena kondisi sakit — terjebak di lantai tiga bangunan yang merupakan asrama putra panti asuhan. Lantai tersebut berada dalam satu kesatuan gedung dengan gedung serbaguna milik SDU Muslimat NU.
Kepanikan melanda warga sekitar setelah diketahui masih ada anak-anak di dalam gedung yang terbakar. Warga nekat melakukan penyelamatan dramatis: mereka melemparkan tali dari bawah gedung ke lantai tiga, memungkinkan ketiga anak untuk turun dan menyelamatkan diri dari kobaran api dan kepungan asap.
Ketiga anak yatim piatu tersebut segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis. Sekretaris Panti Asuhan Darul Hadlonah, Umi Kulsum, mengonfirmasi bahwa ketiga anak tidak mengalami luka bakar serius. Namun pemeriksaan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap dan stres psikologis yang mereka alami.
Sementara itu, sejumlah unit damkar tiba di lokasi tak lama setelahnya. Proses pemadaman tidak berlangsung mudah karena akses menuju lokasi relatif sempit, ditambah kepadatan lalu lintas yang bertepatan dengan jam pulang sekolah siswa SDU Muslimat NU. Petugas damkar berupaya memadamkan api yang melahap lantai tiga gedung tersebut.
Penyebab kebakaran diduga adanya korsleting listrik, meskipun pihak panti asuhan dan petugas belum menentukan penyebab pasti serta besarnya kerugian material. "Kalau penyebabnya kita tidak tahu. Tapi tadi salah satu anak bilang, sempat ada ledakan," ujar Umi Kulsum.
Panti Asuhan Darul Hadlonah sendiri dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Kabupaten Kudus dan telah berdiri sejak 4 Agustus 1985. Panti ini mengasuh puluhan anak yatim piatu dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan program pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi serta pembekalan ketrampilan seperti menyablon, membuat roti, dan bordir. (air/lar)