Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terjadi kebakaran yang sering menyebabkan rumah-rumah runtuh atau roboh (ludes) dengan mudah. Hal ini menimbulkan khawatir besar bagi warga, terutama karena bahaya yang ditimbulkan tidak hanya dari api itu sendiri, tetapi juga dari puyongan bangunan yang bisa menimpa orang di sekelilingnya.
Menurut penjelasan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blora yang dikutip dari jateng.tribunnews.com, penyebab utama rumah di Blora mudah runtuh saat kebakaran adalah faktor konstruksi serta bahan bangunan yang tidak tahan api. Banyak rumah di Blora masih menggunakan struktur kayu atau bata yang tidak terkuat, serta atap dari material ringan seperti genteng asbes atau seng yang ketika terpapar panai ekstrem dari kebakaran, kekuatan strukturnya menurun drastis.
Selain bahan bahan bangunan, tata letak rumah yang sering sangat congested dan kurang adanya jarak antar bangunan juga mempercepat penyebaran panapi dan panas. Kebakaran yang terjadi dalam satu bangunan dapat dengan mudah menyambar ke bangunan sebelahnya karena jarak yang terlalu dekat, sehingga beban panas yang diterima oleh struktur bangunan bertambah dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Damkar juga menambahkan bahwa kurangnya penerapan standar keselamatan kebakaran dalam pembangunan rumah tinggal, seperti tidak adanya pintu keluar darurat, sistem alarm kebakaran, atau peralatan pemadam api sederhana, membuat situasi menjadi lebih parah ketika kecelakaan terjadi. Warga di Blora disarankan untuk memperbaiki konstruksi rumah dengan menggunakan bahan yang lebih tahan api, memberikan jarak antar bangunan yang cukup, serta menginstall peralatan deteksi dan pemadam api dasar.
Selain itu,Damkar juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya kesadaran akan kebakaran dan langkah pencegahan, seperti tidak meninggalkan kompor menyala, tidak membuang begitu merokok sembarangan, serta memastikan instalasi listrik tidak overload. Dengan upaya pencegahan dan perbaikan struktur, diharapkan angka kerusakan akibat kebakaran di Blora dapat menurun significantly. (wm/lar)