Universitas Semarang (USM) dan National United University (NUU) Taiwan resmi memasuki tahap pelaksanaan kerja sama akademik yang lebih konkret. Kedua institusi sepakat menyiapkan program Double Bachelor's Degree yang diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi USM.
Kepala International Office USM, Albert, S.E., M.M., Ph.D, menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi persamaan persepsi bersama NUU dan unit akademik di USM untuk memastikan program double degree ini dapat berjalan sesuai standar keduanya. Penyusunan kurikulum, skema pengakuan sks, serta mekanisme mobilitas mahasiswa menjadi fokus utama dalam serangkaian pertemuan teknis yang telah dilaksanakan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak NUU diwakili oleh Chia-Heng Cheng selaku Chief of International Affairs beserta Ju-May Wen. Turut hadir perwakilan LKP Pelangi Megah Education, yaitu Kuo Wei Sen, Yosefin Desy, dan Janto, yang berperan sebagai mitra pelaksana kerja sama lintas batas ini.
Di sisi USM, kehadiran pejabat struktural menegaskan komitmen institusi. Dr. Ir. Purwanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng., APEC. Eng. sebagai Direktur Kerja Sama, Hilirisasi dan Inovasi; Dr. Harmini, S.T., M.Eng. sebagai Direktur Akademik; serta Khoirudin, S.Kom., M.Eng. sebagai Direktur Sistem Informasi, turut serta dalam menyusun kerangka kerja program.
Program Double Bachelor's Degree dirancang sehingga mahasiswa yang lulus akan memperoleh dua gelar sarjana sekaligus — satu dari USM dan satu dari NUU Taiwan. Skema ini dibuka bagi mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Informasi yang memenuhi syarat akademik serta kemampuan bahasa yang ditetapkan oleh kedua pihak.
Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat posisi USM di peta pendidikan tinggi internasional, sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk bersaing di pasar kerja global. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan mengalami proses belajar di lingkungan akademik yang berbeda, memperkaya perspektif teknis maupun budaya.
Persiapan dokumen hukum, memorandum of understanding (MoU), serta memorandum of agreement (MoA) saat ini sedang disusun untuk menjamin kepastian hukum bagi semua pihak. Penandatanganan dokumen resmi diperkirakan akan diselesaikan dalam waktu dekat, mengantar peluncuran gelombang pertama mahasiswa ke Taiwan.
Langkah USM ini sejalan dengan arah kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong perguruan tinggi memperluas jaringan kerja sama lintas negara. Program double degree dengan NUU Taiwan menjadi salah satu wujud nyata komitmen USM dalam menginternasionalkan pendidikan bagi civitas akademiknya. (sin/lar)