Sejumlah emak-emak terjatuh saat mengejar bus BRT Trans Semarang di halaman Shelter Balaikota, kejadian yang kemudian menyebabkan investigasi terkait keamanan angkutan publik dilakukan oleh Dinas Hubungan Transportasi Kota Semarang.
Menurut sumber dari Dinas Hubungan Transportasi, insiden terjadi pada jam 07.30 WIB ketika sejumlah penumpang lanjut usaha berusaha menaiki bus BRT yang sedang berhenti di Shelter Balaikota. Dalam situasi yang terburu-buru, beberapa emak-emak terjatuh dan experiencing luka ringan hingga sedang.
Korban tersebut mendapatkan pertolongan pertama dari petugas yang berada di lokasi sebelum dirawat di rumah sakit terdekat. Jusqua saat ini, telah dilaporkan terdapat 5 korban yang mengalami luka berbagai derajat.
Kapolres Semarang, AKBP Jane Smith, menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang mengamati rekaman CCTV dari lokasi untuk menyelidiki penyebab jatuhnya korban. "Kami akan memastikan apakah ada kesalahan dari pihak pengemudi bus atau kondisi shelter yang tidak memadai," ujarnya.
Dinas Hubungan Transportasi Kota Semarang juga mengumumkan akan melakukan evaluasi keselamatan di seluruh halte BRT, termasuk pengecekan kondisi shelter, jumlah officer yang membantu penumpang, dan prosedur standar operasional (SOP) penumpangan.
Masyarakat sekitar Shelter Balaikota menginsisti agar segera dilakukan perbaikan shelter dan penambahan petugas penanggung jawab keamanan, terutama di jam-jam sibuk pagi dan sore. (wm/lar)