Olahraga

Kronologi Guru SD Ditikam Parang Wali Murid, Dipicu Persoalan di Kantin

  • Seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Sleman mengalami penganiayaan kejam usai mencoba menenangkan seorang wali murid yang amuk membawa parang.
  • Korban berinisial HK, berusia 40 tahun, warga Kalibawang, Kulon Progo.
  • Bicu peristiwa dimulai dari persoalan sepele di kantin sekolah.
  • Tak lama kemudian, ibu menelepon suaminya dan menceritakan kejadian.

Seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Sleman mengalami penganiayaan kejam usai mencoba menenangkan seorang wali murid yang amuk membawa parang. Insiden terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di lingkungan SD Negeri di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi.

Korban berinisial HK, berusia 40 tahun, warga Kalibawang, Kulon Progo. Ia mengalami luka di lengan kiri setelah berupaya menangkis ayunan parang yang diarahkan ke bagian lehernya. Saat ini korban telah mendapat penanganan medis dan kondisinya stabil.

Bicu peristiwa dimulai dari persoalan sepele di kantin sekolah. Anak pelaku diduga mengambil jajanan milik teman sekelas, sehingga pihak sekolah memanggil orang tua untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan. Persoalan dinyatakan selesai dan ibu pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, ibu menelepon suaminya dan menceritakan kejadian. Mendengar kabar itu, pelaku langsung menuju sekolah sambil membawa parang. Tiba di lokasi, sejumlah guru termasuk korban mencoba menenangkan emosi pelaku.

Namun pelaku justru mengayunkan parang ke arah korban. Secara reflek, korban menangkis dengan tangan kirinya sehingga parang melukai lengan kiri. Rekan-rekan guru serta petugas sekolah kemudian berhasil mengamankan pelaku sebelum menyerahkannya ke aparat.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan peristiwa ini. Perkara kini ditangani Unit Reskrim Polsek Turi untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku akan dikenai pasal penganiayaan dengan ancaman pidana penjara. (dim/lar)

← Kembali ke beranda