Budaya

Lestarikan Budaya Sambil Berdakwah, Warga Dukuhwaluh Banyumas Gelar Wayang Ngaji di Malam Tasyakuran

  • Warga Dukuhwaluh Banyumas menggelar Wayang Ngaji di malam Tasyakuran sebagai upaya pelestarian budaya lokal yang dikombinasikan dengan aktivitas berdakwah.
  • Pelaku utama acara ini adalah dalang lokal yang juga aktif dalam kegiatan keagamaan di kampung Dukuhwaluh.
  • Ketua RT Dukuhwaluh, Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur karena acara dapat berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
  • Selain aspek spiritual, Wayang Ngaji juga berfungsi sebagai edukasi bagi anak-anak tentang tokoh-tokhok legendaris dalam wayang seperti Arjuna, Werkudara, dan lainnya.
Generated by Illustrator Cover

Warga Dukuhwaluh Banyumas menggelar Wayang Ngaji di malam Tasyakuran sebagai upaya pelestarian budaya lokal yang dikombinasikan dengan aktivitas berdakwah. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Wayang Ngaji yang dimainkan merupakan bentuk tradisional yang menggabungkan pertunjukan wayang dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an.

Pelaku utama acara ini adalah dalang lokal yang juga aktif dalam kegiatan keagamaan di kampung Dukuhwaluh. Ia menjelaskan bahwa Wayang Ngaji dipilih karena dianggap sebagai media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkenalkan tokoh-tokhok wayang kepada generasi muda. Selain Wayang, ada juga pengajian singkat yang diselipkan antar adegan.

Ketua RT Dukuhwaluh, Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur karena acara dapat berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan rutin diselenggarakan setiap bulan dalam rangka memperkuat ikatan keakraban dan keagamaan di lingkungan kampung.

Selain aspek spiritual, Wayang Ngaji juga berfungsi sebagai edukasi bagi anak-anak tentang tokoh-tokhok legendaris dalam wayang seperti Arjuna, Werkudara, dan lainnya. Para penonton diberikan penjelasan singkat mengenai makna latihan dan perkelahian yang ditampilkan dalam wayang tersebut.

Pelaksanaan Wayang Ngaji ini tidak hanya melestarikan seni tradisional, tetapi juga menciptakan suasana yang kondusif untuk berlatih membaca dan memahami Al-Qur'an. Para santri dari pesantren setempat juga ikut serta dalam acara tersebut, baik sebagai penonton maupun sebagai pembaca ayat-ayat yang dijalankan selama wayang berlangsung.

Dukuhwaluh Banyumas berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Jawa Tengah untuk menggabungkan pelestarian budaya dengan aktivitas keagamaan. Dengan begini, nilai-nilai luhur budaya Jawa tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman. (wm/lar)

← Kembali ke beranda