Lindu Aji Tampilkan 1000 Jatilan Di Borobudur Fauka Bicara Perubahan Citra Ormas
Lindu Aji, kelompok budaya yang aktif dalam mempertahankan seni tradisional Jawa, berhasil menyajikan pertunjukan Jatilan yang melibatkan 1000 penari di kompleks Candi Borobudur. Acara ini menarik perhatian masyarakat lokal dan pengunjung, dengan tujuan menciptakan tampilan visual yang spektakuler untuk menunjukkan kewarisan budaya Jawa yang kaya.
Jatilan, tari tradisional yang dikenal dengan gerakan dinamis dan kostum yang melambangkan kuda, merupakan ekspresi kuat dari semangat komunitas dan narasi sejarah. Dengan mengumpulkan seribu penari, Lindu Aji ingin menekankan relevansi tari ini serta mendorong generasi muda untuk menghargai dan ikut melestarikan seni leluhur. Pertunjukan diiringi musik gamelan tradisional yang menciptakan suasana autentik.
Selama acara, Fauka, wakil dari organisasi penyelia, menyampaikan pentingnya mengubah citra publik terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sering dipahami salah. Ia menyoroti bahwa kegiatan budaya seperti ini dapat mengubah persepsi, membuktikan bahwa ormas memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui promotif perdamaian, persatuan, dan kebanggaan budaya. Fauka juga meminta kerja sama yang lebih erat antara kelompok budaya dan pemerintah untuk menjaga kelangsungan inisiatif semacam ini.
Para pengorganisir berharap pertunjukan Jatilan dalam skala besar ini tidak hanya dapat meningkatkan pariwisata budaya tetapi juga memperkuat identitas lokal. Mereka mengajukan pandangan bahwa Menghadirkan Borobudur sebagai panggung hidup bagi tradisi, bukan hanya sebagai monumen statis, dapat menarik lebih banyak pengunjung dan menumbuhkan apresiasi yang lebih profond terhadap warisan takbenda Jawa. Acara ditutup dengan doa bersama untuk pelestarian keanekaragaman budaya Indonesia. (rep/lar)