Politik

Menteri Keuangan Dicopot Dalam Perubahan Kabinet Mendadak

  • Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi dicopot dari jabatannya pada Senin pagi (14/9/2026) melalui dekret Presiden yang diterangkan secara langsung dalam konferensi presse di Istana Negara.
  • Keputusan tersebut berasal dari evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan oleh tim nasional, dikarenakan perbedaan strategi kebijakan fiskal dengan visi ekonomi baru yang diusung oleh Presiden.
  • Sri Mulyani, yang menjabat sejak 2016, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyatakan akan terus mendukung negara dari posisi manapun.
  • Penggantian Menteri Keuangan akan diumumkan dalam waktu dekat, sementara pelaksanaan anggaran negara tahun 2026/2027 akan dipertanggungjawab oleh Sekretaris Negara hingga pengaban resmi dilakukan.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi dicopot dari jabatannya pada Senin pagi (14/9/2026) melalui dekret Presiden yang diterangkan secara langsung dalam konferensi presse di Istana Negara.

Keputusan tersebut berasal dari evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan oleh tim nasional, dikarenakan perbedaan strategi kebijakan fiskal dengan visi ekonomi baru yang diusung oleh Presiden. Pemerintah menyebutkan bahwa perubahan ini diperlukan untuk mempercepat program reformasi pajak dan penyaluran anggaran yang lebih efisien.

Sri Mulyani, yang menjabat sejak 2016, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyatakan akan terus mendukung negara dari posisi manapun. Ia juga menegaskan bahwa keputusan dicopatnya adalah bagian dari proses demokrasi dan akan dihormati sepenuhnya.

Penggantian Menteri Keuangan akan diumumkan dalam waktu dekat, sementara pelaksanaan anggaran negara tahun 2026/2027 akan dipertanggungjawab oleh Sekretaris Negara hingga pengaban resmi dilakukan.

Reaksi dari berbagai kalangan mulai muncul, termasuk para pakar ekonomi yang menilai bahwa perubahan kepatuhan terhadap kebijakan monetari mungkin diperlukan untuk menjaga stabilitas macroekonomi. (pr/lar)

← Kembali ke beranda