Acara NAF 2026 yang digelar di Semarang pada akhir Agustus 2026 berhasil menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai kalangan. Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, acara ini menghadirkan narasumber dari lembaga perbankan, otoritas keuangan, dan praktisi keamanan siber. Salah satu fokus utama presentasi adalah pengenalan modus penipuan terkini yang semakin berkembang seiring dengan penggunaan teknologi digital.
Pembicara mengungkapkan bahwa modus fraud saat ini tidak lagi hanya mengandalkan teknik sosial engineering sederhana, melainkan menggabungkan deepfake, akun palsu yang sangat realistis, serta manipulasi data transaksi nyata. Contoh yang disampaikan termasuk penipuan investasi palsu melalui aplikasi trading yang menjanjikan return tinggi dalam waktu singkat, serta penggunaan video deepfake pejabat resmi untuk menipu korban dalam transfer dana besar.
Selain menampilkan ancaman, narasombar juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat biasa. Mereka menekankan pentingnya prinsip “Eling Lan Waspada” yaitu ingat akan risiko dan selalu waspada sebelum melakukan transaksi. Langkah-langkah seperti memverifikasi identitas pihak lawan melalui kanal resmi, tidak mudah percaya pada janji keuntungan luar biasa, serta selalu memeriksa URL dan sertifikasi keamanan situs web dianggap sebagai langkah awal yang efektif.
Acara NAF 2026 juga mencakup workshop interaktif di mana peserta diberikan simulasi situasi penipuan dan diajarkan bagaimana melaporkan kecurigaan ke pihak berwenang. Peserta dilibatkan dalam studi kasus nyata yang mengajarkan cara melacak jejak digital penipua dan mengamankan data pribadi. Respons dari peserta cukup positif, banyak yang mengakui bahwa mereka sebelumnya kurang menyadari berbagai bentuk penipuan modern.
Dengan mengadakan NAF 2026, Semarang berupaya menjadi pusat edukasi literasi keuangan di Jawa Tengah. Penyelenggara berharap acara ini dapat menjadi acara tahunan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk komunitas yang waspada terhadap ancaman keuangan digital. Upaya edukasi berkeliling ini dipandang penting mengingat semakin marahnya kasus fraud yang menimbulkan kerugian material dan psikologis bagi korban. (wm/lar)