Sebuah video yang merekam perselisihan antara penumpang anak sekolah dan pengemudi ojek online (ojol) di Semarang menarik perhatian warganet beberapa hari belakangan. Rekaman tersebut bersumber dari kamera CCTV yang kemudian diunggah ke akun Instagram infosemarangduaempatjam. Dalam video terlihat terjadi cekcok verbal antara kedua pihak selama perjalanan berlangsung.
Menurut cerita yang disampaikan penumpang, perjalanan yang seharusnya singkat justru berputar-putar hampir satu jam. Ia mengaku sudah mencoba mengarahkan jalan namun pengemudi disebut tidak memperhatikan arahan maupun navigasi Maps. Situasi ini membuat penumpang merasa tidak nyaman dan cemas.
Kehangatan suasana berubah ketika komunikasi antara pengemudi dan penumpang berlangsung dengan nada suara tinggi. Pihak keluarga yang mengetahui kejadian ini kemudian mengungkapkan keberatan bukan sekadar soal rute yang meleset, melainkan cara bicara driver yang dianggap tidak pantas ditujukan kepada anak mereka yang masih sekolah.
Orang tua korban menilai persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih tenang dan bijak. Mereka menilai komunikasi yang santun justru akan mempercepat penyelesaian ketimbang emosi yang memuncak. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya etika kerja bagi pelayanan transportasi online.
Polres Semarang hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan yang mungkin diajukan keluarga. Warga diwajibkan tetap bijak menanggapi konten yang beredar di media sosial dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwajib agar tidak terjebak informasi yang belum terverifikasi. (aim/lar)