Ekonomi

Pip Semarang Perkuat Budaya K3 bagi 100 Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Emas

  • SEMARANG — Pelabuhan Indonesia (Pip) Semarang memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi sekitar 100 pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
  • Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan menuntut kewaspadaan tinggi.
  • Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta langkah antisipasi potensi bahaya di area operasional.
  • Bagi pelabuhan, penerapan K3 yang konsisten juga berkaitan erat dengan kelancaran rantai logistik.
Ilustrasi

SEMARANG — Pelabuhan Indonesia (Pip) Semarang memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi sekitar 100 pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Langkah ini diambil karena para pekerja bongkar muat termasuk kelompok yang bersentuhan langsung dengan aktivitas berisiko tinggi di kawasan pelabuhan setiap hari.

Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan menuntut kewaspadaan tinggi. Pekerja harus bergerak di sekitar alat berat, peti kemas, dan kendaraan pengangkut yang lalu-lalang. Tanpa pemahaman K3 yang memadai, risiko kecelakaan kerja seperti tertimpa barang, terjatuh, hingga terpapar bahan berbahaya dapat meningkat.

Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta langkah antisipasi potensi bahaya di area operasional. Penguatan budaya K3 diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian pekerja.

Bagi pelabuhan, penerapan K3 yang konsisten juga berkaitan erat dengan kelancaran rantai logistik. Kecelakaan kerja dapat menghambat proses bongkar muat dan menimbulkan kerugian waktu maupun biaya. Dengan demikian, investasi pada aspek keselamatan pekerja sekaligus menjaga keandalan layanan pelabuhan.

Para pekerja bongkar muat merupakan ujung tombak aktivitas pelabuhan yang sering kali bekerja dengan ritme padat. Perhatian terhadap kondisi keselamatan mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga produktivitas sekaligus perlindungan tenaga kerja di kawasan strategis tersebut.

Hingga kini belum ada informasi mengenai jadwal program serupa di kawasan pelabuhan lain di Jawa Tengah. Pihak Pip Semarang diharapkan dapat melanjutkan program penguatan K3 secara berkelanjutan agar budaya keselamatan benar-benar mengakar di lingkungan kerja pelabuhan. (rms/lar)

← Kembali ke beranda