Olahraga

Pria 21 Tahun Tewas Tertemper KA Kalimas di Semarang, Ini Kronologi Lengkapnya

  • Seorang pria berusia 21 tahun meninggal dunia setelah tertemper KA Kalimas di perlintasan kereta api Jalan Tlogomulyo, sebelah timur Stasiun Alastua, Kota Semarang, pada Minggu (4/10/2026) pukul 11.
  • Kecelakaan tersebut terjadi di KM 7+800, jalur hulu antara Stasiun Alastua dan Stasiun Brumbung, Kecamatan Pedurungan.
  • Kapolsek Pedurungan, Kompol Navy Pradhana Prima Satya, mengonfirmasi bahwa korban menyeberangi perlintasan dengan jalan kaki sebelum tertabrak kereta.
  • PT KAI Daop IV Semarang melalui Manajer Humas Luqman Arif membenarkan adanya peristiwa tertemper tersebut.

Seorang pria berusia 21 tahun meninggal dunia setelah tertemper KA Kalimas di perlintasan kereta api Jalan Tlogomulyo, sebelah timur Stasiun Alastua, Kota Semarang, pada Minggu (4/10/2026) pukul 11.54 WIB. Korban teridentifikasi sebagai Adyatma Maulana Lutfi, warga Jalan Griya Salsabila, Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Kecelakaan tersebut terjadi di KM 7+800, jalur hulu antara Stasiun Alastua dan Stasiun Brumbung, Kecamatan Pedurungan. Saat insiden, KA Kalimas melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya. Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui menyeberangi perlintasan kereta api dengan berjalan kaki, sedangkan sepeda motornya ditinggalkan di samping rel.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Navy Pradhana Prima Satya, mengonfirmasi bahwa korban menyeberangi perlintasan dengan jalan kaki sebelum tertabrak kereta. Kejadian ini kemudian mengundang perhatian warga sekitar yang berkerumun di lokasi. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk ditata lebih lanjut.

PT KAI Daop IV Semarang melalui Manajer Humas Luqman Arif membenarkan adanya peristiwa tertemper tersebut. Luqman menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) KA 2530 telah membunyikan semboyan 35, yaitu tanda peringatan berupa suara suling lokomotif yang dibunyikan secara berulang. Meski demikian, peristiwa temperan tetap tidak dapat dihindarkan.

Polisi bersama pihak terkait terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif korban menyeberangi perlintasan saat kereta akan melintas. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu patuh pada rambu dan tanda peringatan di perlintasan kereta api demi keselamatan bersama. (dim/lar)

← Kembali ke beranda