Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menerbitkan daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru yang berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia mulai Senin, 5 Oktober 2026. Penyesuaian harga kali ini memengaruhi produk BBM nonsubsidi yang naik hingga Rp 4.000 per liter, seiring dengan pergerakan harga minyak dunia yang terus menguat.
Berdasarkan pengumuman resmi, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual pada Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar (CN 48) atau Solar Subsidi bertahan di Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian harga energi bersubsidi hingga akhir tahun 2026.
Sementara itu, produk BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian harga yang bervariasi. Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp 15.950 per liter, Pertamax Green 95 (RON 95) naik ke Rp 19.150 per liter, dan Pertamax Turbo (RON 98) disetel di Rp 19.600 per liter. Untuk produk diesel nonsubsidi, Pertamina Dexlite (CN 51) dijual Rp 23.700 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 25.200 per liter.
Penyesuaian harga juga berlaku untuk produk BBM dari penyedia lain. BP-AKR menetapkan BP 92 seharga Rp 16.130 per liter, BP Ultimate Rp 19.330 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp 25.420 per liter. Shell menawarkan Shell V-Power Diesel seharga Rp 25.420 per liter, sedangkan Vivo Energy menjual Revvo 92 di Rp 16.130 per liter dan Revvo 95 di Rp 19.330 per liter.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, sebelumnya telah mengindikasikan kenaikan harga BBM nonsubsidi ini seiring dengan lonjakan harga minyak dunia yang mencapai level USD 107 per barel. Harga BBM nonsubsidi memang mengacu pada mekanisme harga pasar (market pricing), sehingga fluktuasi harga minyak mentah global langsung berdampak pada harga jual di pom bensin.
PT Pertamina Patra Niaga sebagai pengelola SPBU terbesar di Indonesia memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh wilayah cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Masyarakat diimbau untuk tidak panik buying dan mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan, mengingat pasokan BBM terus berjalan normal di semua SPBU nasional. (rak/lar)