Sosial

Tiga Jenis Bakteri Ditemukan dalam Sampel Menu MBG di Rembang

  • Tiga jenis bakteri terdeteksi dalam sampel makanan Menu Bergizi Gatis (MBG) yang didistribusikan di Rembang, Jawa Tengah.
  • Menurut laporan dari Suara Merdeka, bakteri yang ditemukan termasuk spesies yang berpotensi menyebabkan gastroenteritis dan infeksi saluran pencernaan.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang telah diminta untuk melakukan inspeksi mendalam ke fasilitas produksi MBG serta menilai proses pengemasan dan transportasi.
  • Pemerintah setempat juga disarankan segera memperbaiki standar prosedur operasional (SOP) higienis dan melatih kembali tenaga tangan yang terlibat dalam program MBG.

Tiga jenis bakteri terdeteksi dalam sampel makanan Menu Bergizi Gatis (MBG) yang didistribusikan di Rembang, Jawa Tengah. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan pangan bagi anak sekolah yang menerima makanan gratis dari program Pemerintah.

Menurut laporan dari Suara Merdeka, bakteri yang ditemukan termasuk spesies yang berpotensi menyebabkan gastroenteritis dan infeksi saluran pencernaan. Kontaminasi mengindikasikan ketidakpatuhan terhadap standar higienis selama proses persiapan dan distribusi makanan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang telah diminta untuk melakukan inspeksi mendalam ke fasilitas produksi MBG serta menilai proses pengemasan dan transportasi. Selain itu, pihak sekolah diharapkan memperketat pemantauan makanan yang diserahkan kepada siswa.

Pemerintah setempat juga disarankan segera memperbaiki standar prosedur operasional (SOP) higienis dan melatih kembali tenaga tangan yang terlibat dalam program MBG. Tindak pencegahan diperlukan agar incident serupa tidak terulang di masa depan.

Orang tua siswa mengecek kebersihan makanan yang diterima anak-anak dan menuntut transparansi dari pelaksana program. Mereka mengimbau agar hasil laboratorium terkait keamanan pangan segera disampaikan kepada publik.

Kepala Dinas Pendidikan Rembang menyampaikan bahwa program MBG akan tetap berjalan namun dengan peningkatan pengawasan dan penegakan standar keamanan pangan yang lebih ketat. (wm/lar)

← Kembali ke beranda