PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi menerapkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Sabtu, 26 September 2026. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, kenaikan paling mencolok tercatat pada produk Pertamax yang naik sebesar Rp4.050 per liter di wilayah Sulawesi, menjadikannya kenaikan tertinggi dalam penetapan kali ini.
Untuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, daftar harga BBM Pertamina per 26 September 2026 sebagai berikut: Pertalite dijual pada Rp10.000 per liter, Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Harga untuk BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tetap tidak mengalami perubahan.
Kenaikan harga produk nonsubsidi ini mengacu pada formula harga dasar yang diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Penyesuaian dilakukan menyusul evaluasi berkala terhadap tren harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah. Dalam komitmennya, Pertamina menegaskan pasokan BBM bersubsidi tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penetapan harga selalu dilakukan dengan berkoordinasi erat bersama pemerintah sebagai regulator. Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan energi serta memastikan distribusi BBM tetap optimal di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.
Di sisi konsumen, kenaikan harga Pertamax sebesar Rp4.050 di wilayah Sulawesi, dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, mendorong sebagian pengendara mempertimbangkan migrasi ke BBM bersubsidi atau bahkan kendaraan listrik. Namun, untuk wilayah Pulau Jawa termasuk Jawa Tengah, harga Pertamax berada pada level Rp15.950 per liter yang masih relatif lebih rendah dibandingkan wilayah timur Indonesia.
Pertamina juga menegaskan tidak ada kenaikan untuk BBM tugas seperti Pertalite dan Biosolar. Kedua produk ini terus dijual pada harga eceran tertinggi (HET) Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Perusahaan pelat merah memastikan stok kedua bahan bakar ini mencukupi permintaan masyarakat, terlebih mendekati momentum libur panjang dan mudik.
Pengendara di Jawa Tengah disarankan memantau informasi resmi melalui aplikasi MyPertamina atau media resmi Pertamina Patra Niaga untuk mendapatkan update harga terbaru dan lokasi SPBU terdekat. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang transparan dan tertata dalam kerangka regulasi energi nasional. (rak/lar)