Sosial

Waspadai Risiko ISPA di Musim Kemarau Ini, Begini Langkah Pencegahannya

  • Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencatat peningkatan signifikan seiring tiba puncak musim kemarau tahun 2026.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau berlangsung Agustus hingga September 2026.
  • Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penularan ISPA selama musim kemarau.
  • Pencegahan ISPA di musim kemarau bisa dimulai dari langkah sederhana sehari-hari.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencatat peningkatan signifikan seiring tiba puncak musim kemarau tahun 2026. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 10,6 juta kasus ISPA tercatat sejak Januari hingga awal Agustus 2026, angka yang melebihi periode yang sama tahun sebelumnya. Tren mingguan bahkan melewati 400.000 kasus, menandakan tekanan kesehatan masyarakat yang cukup besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau berlangsung Agustus hingga September 2026. Kondisi cuaca kering memperburuk mutu udara sekaligus meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, yang asapnya menambah beban polusi udara. Pergantian cuaca ini kerap memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan dan pencernaan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penularan ISPA selama musim kemarau. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk yang tidak membaik, pilek, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, hingga nyeri dada. Kelompok berisiko tinggi — bayi, balita, lansia, ibu hamil, penderita asma atau penyakit paru kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah — diharuskan lebih teliti.

Pencegahan ISPA di musim kemarau bisa dimulai dari langkah sederhana sehari-hari. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah khususnya saat udara berdebu atau berkabut asap. Perbanyak konsumsi air putih agar tenggorokan tetap lembap, lengkapi dengan makanan bergizi seimbang kaya buah dan sayur untuk menjaga daya tahan tubuh. Istirahat cukup, rajin mencuci tangan pakai sabun, serta hindari paparan asap rokok dan polusi udara.

Di tingkat lingkungan, jaga kebersihan rumah dengan rutin membersihkan debu dan buka jendela pada waktu tepat agar sirkulasi udara baik. Kurangi aktivitas fisik berat di luar saat kualitas udara menurun, dan manfaatkan purifier udara jika memungkinkan. Vaksinasi influenza dan pneumokokus juga direkomendasikan bagi kelompok rentan sebagai perlindungan tambahan.

Musim kemarau tidak berarti aktivitas harus dihentikan, tetapi kesadaran akan kesehatan saluran pernapasan harus ditingkatkan. Dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten, risiko ISPA dapat ditekan minimal. Kenali gejalanya sejak dini, lakukan pencegahan, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila keluhan muncul — jangan menunda berobat. (aim/lar)

← Kembali ke beranda