Mahesa, siswa kelas 6 SD Barunawati di Kota Semarang, setiap hari berjalan kaki melewati kawasan pesisir yang kerap tergenang air pasang surut atau rob untuk sampai ke sekolah. Kondisi ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menuntut ketahanan fisik ekstra bagi seorang anak usia 12 tahun yang seharusnya fokus pada pembelajaran.
Keinginan sederhana Mahesa untuk memiliki sepeda sendiri akhirnya terwujud lewat program BRI Peduli. Dalam kegiatan yang diadakan di SD Barunawati, Mahesa menerima sepeda baru yang kini menjadi sarana transportasinya berangkat sekolah. Tak hanya Mahesa, siswa-siswi lain juga mendapat buku, tas, alat tulis, dan sepatu, sedangkan guru dan penjaga sekolah menerima bantuan paket sembako.
Wagiyem, wakil kepala sekolah SD Barunawati, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia menyoroti manfaat ganda program ini: meringankan beban orang tua sekaligus memotivasi anak-anak untuk tetap semangat belajar meski lingkungan sekitar tantangan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa BRI Peduli sebagai payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkomitmen menemani generasi muda dalam mengejar cita-cita. Bantuan ini bukan sekadar pemberian barang, melainkan investasi pada semangat belajar anak-anak di wilayah yang rentan bencana rob.
Kawasan pesisir Semarang memang menjadi salah satu area yang paling terpapar dampak perubahan iklim dan intrusi air laut. Anak-anak di SD Barunawati belajar di tengah kenyataan lingkungan yang keras, di mana jalan menuju sekolah bisa berubah jadi aliran air saat pasang tinggi.
Dengan sepeda, Mahesa kini bisa menghemat energi dan waktu tempuh. Ia mengaku kaget sekaligus senang karena mimpi kecilnya terwujud. "Alhamdulillah, sekarang kalau berangkat sekolah bisa naik sepeda, jadi nggak jalan kaki lagi," ucapnya dengan tersenyum lebar.
Program serupa diharapkan bisa mereplikasi manfaatnya ke sekolah-sekolah lain di kawasan rawan rob di Jawa Tengah. Kolaborasi antara dunia usaha dan satuan pendidikan terbukti mampu memberikan dampak nyata, baik bagi kelangsungan proses belajar mengajar maupun kesejahteraan komunitas sekolah secara keseluruhan. (bay/lar)