Jateng Raya

361 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Diduga Keracunan Setelah Santap MBG

  • Sebanyak 361 siswa SMAN 1 Sampang Kabupaten Cilacap mengalami gejala keracunan makanan usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 24 September 2026.
  • Korban dievakuasi secara bertahap ke RSUD Cilacap, RSUD Binangun, serta Puskesmas Sampang dan Puskesmas Karangpucung.
  • Kepala SMAN 1 Sampang, Drs.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap telah mengirim tim epidemiologi dan lingkungan untuk mengambil sampel makanan MBG yang tersisa, alat makan, serta specimen klinis dari korban.

Sebanyak 361 siswa SMAN 1 Sampang Kabupaten Cilacap mengalami gejala keracunan makanan usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 24 September 2026. Gejala yang dirasakan korban meliputi mual, muntah, sakit perut, dan diare, yang timbul sekitar satu hingga dua jam setelah makan siang.

Korban dievakuasi secara bertahap ke RSUD Cilacap, RSUD Binangun, serta Puskesmas Sampang dan Puskesmas Karangpucung. Sebagian besar siswa dalam kondisi stabil dan mendapat penanganan ambulan, sementara beberapa yang gejalanya lebih berat dirawat inpatient. Tim medis mengonfirmasi tidak ada korban jiwa hingga pukul 15.00 WIB.

Kepala SMAN 1 Sampang, Drs. Budi Santoso, M.Pd, mengonfirmasi insiden itu dan menyatakan sekolah langsung mengkoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap serta Polres Cilacap. "Kami prioritas kan keselamatan siswa. Semua kegiatan belajar mengajar hari ini dihentikan sementara untuk fokus penanganan korban," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap telah mengirim tim epidemiologi dan lingkungan untuk mengambil sampel makanan MBG yang tersisa, alat makan, serta specimen klinis dari korban. Sampel tersebut akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Yogyakarta untuk mengidentifikasi agen penyebab, apakah bakteri, virus, atau zat kimia.

Kepala Dinkes Cilacap, dr. Endang Wahyuningsih, M.Kes, menyatakan penyebab pasti keracunan belum diketahui hingga hasil laboratorium keluar diperkirakan 48 jam mendatang. "Kami himbau warga tidak panik dan tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi. Penanganan medis gratis bagi seluruh korban," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Sekda Drs. Agus Purnomo, M.Si, memastikan biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung APBD. Ia juga meminta penyedia jasa MBG bekerja sama transparan dengan tim investigasi. "Ini pelajaran keras. Kami akan evaluasi ulang seluruh rantai penyediaan MBG di Cilacap," tutupnya.

Polres Cilacap telah membentuk tim khusus untuk mengusut apakah ada kelalaian penyedia jasa catering MBG. Kapolres Cilacap, AKBP Dedi Prasetyo, S.I.K., M.Si, menyatakan kasus ini ditangani sebagai dugaan tindak pidana kesengajaan atau kelalaian menurut KUHP dan UU Perlindungan Konsumen. (tr/lar)

← Kembali ke beranda