Warga beberapa desa di Padasari Tegal telah sengaja kembali ke wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah karena ancaman longsoran, despite peringatan dari pihak kepalam desa dan BPBD. Mereka menanam kembali lahan dan memelihara ternak yang mereka tinggalkan saat evakuasi awal.
Bupati Tegal Ischak menyampaikan responsnya melalui konferensi darat di kantor kecamatan Slawi, Rabu (10/9). Ia menjelaskan bahwa keputusan warga untuk kembali tidak dilarang sepenuhnya, namun harus dilakukan dengan koordinasi dan mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan tim penanggulangan bencana.
Ischak menegapkan bahwa kembali ke zona berisiko tinggi hanya diizinkan setelah dilakukan evaluasi kondisi lahan dan pemasangan sistem peringatan dini oleh teknisi BPBD. Selain itu, warga yang kembali harus siap dengan rute evakuasi darurat dan paket logistik darurat yang telah disiapkan pos posko.
Kepala BPBD Tegal menambahkan bahwa timnya akan meningkatkan patroli dan monitoring kondisi lereng menggunakan drone serta alat berat untuk mengerukan material longsoran yang masih mengancam. Mereka juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Uptanahan untuk memperbaiki sistem drainase di sekitar Padasari.
Warga yang wawancarai menyatakan mereka kembali karena ekonomi mereka sangat tergantung pada pertanian dan peternakan, dan mereka tidak mampu lama berada di tempat sementara tanpa pendapatan. Mereka berjanji akan tetap waspada dan siap evakuasi jika kondisi memburuk. (wm/lar)