Analisa · Ekonomi

IHSG Tertekan Aliran Keluar Asing, Yield AS dan Minyak Jadi Beban

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Kamis (8/10) mengikuti sentimen risk-off di bursa Asia dan Eropa.
  • Secara global, sentimen pasar bergeser ke risk-off seiring kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak.
  • Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% (Deposit Facility 4,75%, Lending Facility 6,50%) dengan sikap hawkish pause — siap mengeksekusi triple intervention jika rupiah tertekan.
  • Teknis IHSG: daily chart menunjukkan koreksi dari resistance 6.
Ilustrasi mediasatujateng

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Kamis (8/10) mengikuti sentimen risk-off di bursa Asia dan Eropa. Tekanan jual didominasi saham blue-chip besar, sementara volume perdagangan sesi I tercatat Rp6,0 triliun — masih di bawah rata-rata 30 hari — mencerminkan kecenderungan wait-and-see di tengah ketidakpastian global. IHSG ditutup sesi I di level 6.097,40 (–0,80%) setelah sempat membuka di 6.154,97.

Secara global, sentimen pasar bergeser ke risk-off seiring kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun menguat ke kisaran 5,31–5,36% (tertinginggi sejak 2002), didorong term premium dan kekhawatiran fiskal pasca-FOMC September. Dollar Index (DXY) menguat, menekan mata uang pasar berkembang. Minyak Brent melonjak ke USD104/barrel (+4%) berikutan eskalasi geopolitik di Timur Tengah — Presiden Trump menolak deal Iran dan laporan militisi AS memperbesar aksi. AS: S&P 500 –0,22%, Nasdaq –0,53%, Dow –0,66% menunggu minit FOMC. Eropa: Stoxx 600 –0,68% ke 625,95, DAX –1,35%, CAC 40 –1,22%, FTSE 100 –0,79% tekanan spread obligasi Prancis dan kenaikan yield. Asia: Nikkei, Kospi, Hang Seng tertekan; China libur Golden Week. Data jobless claims AS turun ke 197.000 (konsensus 200.000) menegaskan pasar tenaga kerja ketat, menurunkan peluang potong bunga Fed November.

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% (Deposit Facility 4,75%, Lending Facility 6,50%) dengan sikap hawkish pause — siap mengeksekusi triple intervention jika rupiah tertekan. Cadangan devisa September 2026: USD146,3 miliar (5,3 bulan impor). Rupiah menguat tipis ke Rp17.880 per dolar. Aliran asing net sell Rp194,2 miliar (sesi I) hingga Rp867 miliar (seluruh hari) pada 8 Oktober. BMRI mencatat net sell Rp37,6 miliar (sesi I) namun net buy Rp86,8 miliar (seluruh hari). BBRI net sell Rp17,6–207,2 miliar. TLKM dan BBCA aliran campuran.

Teknis IHSG: daily chart menunjukkan koreksi dari resistance 6.210 menuju support 6.000–6.100 (psikologis & EMA 20/50). RSI 14 hari turun ke wilayah netral-bearish, momentum bullish melemah. MACD converge ke garis nol. Sektor perbankan dan telekomunikasi paling sensitif ke aliran asing dan yield; energi dan bahan baku ikut dinamika komoditas. Perbankan oversold jangka pendek jadi kandidat bounce teknis jika aliran asing membalik.

Tiga saham relevan untuk dipantau: BBRI (Perbankan) — thesis: Holding Ultra Mikro sebagai moat struktural, dividen 3 tahun naik berturut-turut, fair value konsensus Rp4.550 (upside ~10% dari Rp4.130), risiko utama: NPL mikro >3% dan tekanan margin jika BI-Rate naik. TLKM (Telekomunikasi) — thesis: data center + fiber dorong recurring revenue tumbuh 2-digit, target analis Rp3.600 (upside ~9% dari Rp3.310), risiko utama: regulasi tarif wholesale dan capex berat 2027. BMRI (Perbankan) — thesis: ekosistem digital Livin' + Kopra turunkan cost of funds ke 2,1%, kredit korporasi tumbuh 14% YoY, valuation P/B 1,15x menarik, risiko utama: overhang aliran keluar asing berkelanjutan dan NPL korporasi.

Sentimen berita 7 hari: BBRI net sell asing berkelanjutan (akumulasi 3 bulan Rp16 triliun net sell pasar) namun stress test BI menunjukkan ketahanan modal kuat. TLKM memimpin net sell asing Rp527–215 miliar/hari minggu lalu, namun BNY Mellon naikkan kepemilikan ke 5,8% dan narasi re-rating telco muncul. BMRI aliran campuran: net sell awal minggu, net buy pertengahan minggu (Rp86,8 miliar 8 Okt), foreign ownership turun ke 38,2% dari 41% awal tahun — level historis jadi entry point. (ta/lar)

Tulisan ini hanya berupa informasi pasar, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham dan efek lain yang dibahas. Periksa silang setiap data, lalu lakukan riset lanjutan sendiri sebelum mengambil keputusan.

← Kembali ke beranda