Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menargetkan kawasan tersebut menjadi lokasi proyek pusat data kecerdasan buatan (AI). Rencana ini diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital di tengah maraknya adopsi teknologi AI di berbagai sektor.
KITB yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan industri terpadu terbesar di Indonesia. Dengan lahan seluas ribuan hektar dan aksesibilitas yang didukung oleh Jalan Tol Batang-Semarang serta Pelabuhan Batang, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menampung fasilitas berskala besar seperti pusat data.
Pengembangan pusat data AI di KITB diharapkan dapat menarik investasi teknologi tinggi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekosistem startup dan inovasi berbasis AI di Jawa Tengah.
Pemprov Jateng berkomitmen untuk mendorong percepatan transformasi digital di daerah. Langkah ini selaras dengan visi nasional dalam mengembangkan infrastruktur digital yang handal dan berdaya saing. Kesiapan infrastruktur listrik, konektivitas internet cepat, serta ketersediaan tenaga kerja terdidik menjadi faktor pendukung utama.
Para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, BUMD, dan investor swasta, sedang melakukan kajian kelayakan dan penyusunan masterplan teknis. Koordinasi lintas sektoral terus digarap agar proyek ini dapat segera terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan.
Jika terealisasi, KITB Batang akan menjadi salah satu hub pusat data AI pertama di Jawa Tengah, memperkuat posisi wilayah sebagai gerbang ekonomi digital di kawasan utara Pulau Jawa. Hal ini juga diharapkan memberikan efek multiplier bagi perekonomian lokal melalui rantai pasokan industri pendukung.
Masyarakat Batang dan sekitarnya diharapkan turut mendukung kebijakan ini dengan meningkatkan kompetensi digital. Pelatihan dan pendidikan vokasi berbasis teknologi diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri yang akan hadir, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara mer (air/lar)