IHSG dibuka perdagangan Oktober di level 6.071,13 setelah mengakhiri September dengan koreksi 0,83% dan akumulasi penurunan bulanan 7,95%, tertekan aliran dana asing net sell yang konsisten serta sentimen global risk-off dari yield Treasury AS yang melekat di atas 5,2% dan kekhawatiran makro domestik. Perbankan besar menjadi beban struktural — BMRI turun 3,7%, BBRI melemah 3,2%, BBCA koreksi 2,8%, BBNI anjlok 4,1% — menarik indeks ke bawah meski sektor komoditas (AMMN +2,1%, MDKA +3,4%, ADRO +1,8%, ANTM +0,9%) dan energi memberikan penopang parsial.
Berdasarkan Relative Rotation Graph (RRG) periode terbaru, sektor Keuangan (perbankan, multifinance, asuransi) berada di kuadran Weakening dengan momentum negatif yang belum menunjukkan tanda pembalikan. RS-Ratio di bawah 100 dan RS-Momentum menurun mengindikasikan underperformance berlanjut relatif IHSG. Bobot besar perbankan di indeks membuat sektor ini beban utama selama arus asing tetap net sell dan yield global tinggi menekan margin ekspansi NIM.
Sebaliknya, sektor Barang Baku (AMMN, MDKA, ANTM, INCO, PTBA, ITMG) mempertahankan posisi di kuadran Leading — RS-Ratio di atas 100 dan RS-Momentum positif. Dorongan utamanya harga komoditas global (tembaga, emas, nikel, batubara) yang relatif stabil di level tinggi, serta narratif transisi energi yang mendukung permintaan logam jangka panjang. Sektor Konsumen Primer (ICBP, INDF, MYOR, UNVR) naik ke Improving dari Lagging pekan lalu, didukung daya beli domestik stabil, valuasi defensif menarik, dan ekspektasi inflasi terkendali.
Sektor Teknologi (GOTO, BUKA, DCII, EMTK) diam di Improving setelah keluar dari Lagging, dengan momentum harga yang mulai pulih pasca koreksi tajam Agustus namun volume masih moderat. Infrastruktur dan Properti (WIKA, PTPP, SMRA, CTRA, BSDE) bertahan di Lagging — RS-Momentum mulai mengempis tapi RS-Ratio jauh di bawah 100, menandakan bottoming yang perlahan. Energi (PGAS, MEDC, AKRA) di Weakening seiring koreksi harga minyak dari puncak, namun fundamental arus kas tetap kuat.
Dari sisi stock pick berbasis RRG, tiga emiten dari sektor Leading/Improving layak dipantau: AMMN (Barang Baku, Large Cap, posisi RRG: Leading) didukung ekspansi Aliran, fundamental tembaga/emas kuat, dan arus kas operasi positif; ICBP (Konsumen Primer, Large Cap, posisi RRG: Improving) memiliki daya pricing power, dividend yield menarik ~3,6%, dan ketahanan margin di tengah inflasi; ADRO (Pertambangan Batubara, Large Cap, posisi RRG: Leading) penerima manfaat langsung harga komoditas tinggi, valuasi diskontokan peers regional, dan manajemen biaya efisien.
Katalis minggu ini: keputusan suku bunga BI Kamis (2/10), data PCE AS Jumat malam, payrolls AS pekan depan, dan arus modal asing harian. Outlook jangka pendek IHSG condong sideways-bearish dengan bias koreksi terbatas di kisaran 6.000–6.200 selama tekanan perbankan dan yield global berlanjut. Strategi: akumulasi selektif pada sektor Leading/Improving (Barang Baku, Konsumen Primer, Pertambangan) saat pullback, kurangi eksposur Keuangan hingga RRG menunjukkan rotasi balik ke Leading. (ta/lar)
Tulisan ini hanya berupa informasi pasar, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham dan efek lain yang dibahas. Periksa silang setiap data, lalu lakukan riset lanjutan sendiri sebelum mengambil keputusan.