Analisa · Ekonomi

Analisis RRG IHSG Pre-Market: Perbankan dan Telco Pimpin Improving, Energi Terus Weakening

  • IHSG ditutup Kamis (8/10) di 6.
  • Berdasarkan Relative Rotation Graph (RRG) harian, struktur rotasi mempertahankan pola namun mempertajam divergensi.
  • Dari pemetaan RRG, tiga saham dipilih dari sektor Improving untuk pemantauan pre-market.
  • Outlook jangka pendek IHSG cenderung sideways dengan bias bullish di rentang 6.
Ilustrasi mediasatujateng

IHSG ditutup Kamis (8/10) di 6.097,40 melemah 0,80% dalam tekanan risk-off global — yield Treasury AS 10 tahun di 5,31–5,36%, Dollar Index menguat, Brent USD104/barrel. Aliran asing net sell Rp867 miliar, volume Rp6,0 triliun di bawah rata-rata 30 hari. Teknis indeks kembali menguji support psikologis 6.000–6.100 (EMA 20/50), RSI 14 hari netral-bearish, MACD converge ke nol. Kondisi koreksi dengan bias oversold jangka pendek pada perbankan besar.

Berdasarkan Relative Rotation Graph (RRG) harian, struktur rotasi mempertahankan pola namun mempertajam divergensi. Perbankan (BBRI, BMRI, BBNI) dan Telekomunikasi (TLKM, EXCL) memperkuat posisi di kuadran Improving — RS-Momentum naik tajam melewati 100, RS-Ratio masih di bawah 100, menandakan momentum relative strength membangun dari basis oversold. Katalis: foreign flow 5 hari net buy pada perbankan (akumulasi Rp1,8 triliun), TLKM yield dividen >5% dan narasi re-rating telco. Barang Konsumen Primer (ICBP, INDF, AMRT) tetap di Improving didorong volume naik 3 minggu beruntun dan tekanan komoditas meredah. Teknologi (GOTO, BUKA, EMTK) keluar dari Weakening menuju Improving, didorong rebound teknis dan sentimen FTSE Russell. Sebaliknya, Energi (BYAN, MEDC, PGAS, ANTM) dan Properti (BSDE, SMRA, PWON) tergelincir lebih dalam ke Weakening — RS-Ratio di atas 100 tapi momentum merosot di bawah 100, mengindikasikan peak outperformance Q3 sudah lewat. Bahan Baku dan Industri stagnan di Lagging, tekanan siklus komoditas global dan permintaan domestik belum pulih.

Dari pemetaan RRG, tiga saham dipilih dari sektor Improving untuk pemantauan pre-market. BBRI (Perbankan, Large Cap) — posisi RRG: Improving menuju Leading; alasan: foreign flow konsisten beli bersih 7 hari berturut-turut, CASA ratio 62%, valuation P/B 1,3x di bawah rata-rata 5 tahun. Katalis: rilis laporan Q3 pekan depan. Berita 7 hari: sentimen positif, asing net buy Rp2,4 triliun akumulasi (sumber: BEI/IDX). TLKM (Telekomunikasi, Large Cap) — posisi RRG: Improving; alasan: RS-Momentum terkuat di defensif, dividend yield >5%, posisi kas kuat untuk ekspanisi 5G dan data center. Katalis: guidance FY26 naik dan dividen interim. Berita 7 hari: rekomendasi beli Mirae Asset target Rp3.400, BNY Mellon naikkan kepemilikan ke 5,8% (sumber: Kontan/KSEI). ICBP (Konsumer, Large Cap) — posisi RRG: Improving; alasan: volume naik signifikan, margin terbelakang harga CPO turun, breakout teknis konsolidasi. Katalis: estimasi laba bersih Q3 tumbuh double-digit YoY. Berita 7 hari: netral-positif, institusi lokal akumulasi (sumber: KSEI).

Outlook jangka pendek IHSG cenderung sideways dengan bias bullish di rentang 6.000–6.250, menunggu trigger CPI AS, keputusan BI-Rate, dan aliran foreign flow Oktober. Strategi umum: overweight posisi pada sektor transisi Improving → Leading (Perbankan, Telekomunikasi, Konsumer), underweight Weakening (Energi, Properti), hindari Lagging (Bahan Baku, Industri) kecuali katalis spesifik per emiten. Rotasi RRG mingguan perlu dikonfirmasi — gunakan daily RRG untuk timing entry. (ta/lar)

Tulisan ini hanya berupa informasi pasar, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham dan efek lain yang dibahas. Periksa silang setiap data, lalu lakukan riset lanjutan sendiri sebelum mengambil keputusan.

← Kembali ke beranda