Olahraga

Jalur Gaza Semarang Diusulkan Jadi Kampung Redam

  • Rabu (30/9/2026), KemenHAM menggelar sosialisasi dan koordinasi pembentukan calon Kampung REDAM di Kampung Sleko, Kelurahan Bandarharjo, dengan tema "Merawat Perdamaian, Menjunjung Hak Asasi Manusia".
  • Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa Kampung REDAM bukan sekadar program pemerintah, melainkan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pelayanan dan penyelesaian persoalan HAM secara bersama.
  • Hingga saat ini, sebanyak 174 titik calon Kampung REDAM telah diusulkan ke KemenHAM, tersebar di 81 kabupaten/kota pada 28 provinsi.
  • Wali Kota Agustina Wilujeng menyambut baik inisiatif ini.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kawasan Bandarharjo dan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, yang dulunya dikenal sebagai "Jalur Gaza" karena pernah mengalami konflik sosial, kini masuk dalam usulan program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Kampung REDAM) yang digagas Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM).

Rabu (30/9/2026), KemenHAM menggelar sosialisasi dan koordinasi pembentukan calon Kampung REDAM di Kampung Sleko, Kelurahan Bandarharjo, dengan tema "Merawat Perdamaian, Menjunjung Hak Asasi Manusia". Acara itu dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti serta pejabat dari Pemprov Jawa Tengah dan DIY.

Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa Kampung REDAM bukan sekadar program pemerintah, melainkan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pelayanan dan penyelesaian persoalan HAM secara bersama. Program ini bertujuan mencegah potensi konflik sejak dini serta memperkuat rekonsiliasi di tingkat akar rumput.

Hingga saat ini, sebanyak 174 titik calon Kampung REDAM telah diusulkan ke KemenHAM, tersebar di 81 kabupaten/kota pada 28 provinsi. Kampung Sleko menjadi salah satu lokasi yang dinilai berpotensi dikembangkan mengingat sejarah konflik di kawasan tersebut.

Wali Kota Agustina Wilujeng menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa transformasi "Jalur Gaza" menjadi Kampung REDAM menjadi bukti nyata bahwa perdamaian dapat dibangun dari bawah, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah secara sinergis.

KemenHAM berharap melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengenali potensi persoalan di lingkungan masing-masing dan membangun kolaborasi preventif. Kampung REDAM diharapkan menjadi model perdamaian berkelanjutan yang dapat ditiru daerah lain. (***) (dim/lar)

← Kembali ke beranda