Puluhan siswa dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan oleh sekolah. Gejala yang muncul meliputi pusing, mual, muntah, dan beberapa siswa mengalami dehydration yang cukup parah sehingga dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati.
Kejadian ini terjadi pada pagi hari ketika siswa sarapan dengan menu MBG yang biasanya berupa nasi, lauk pauk, dan buah. Sekitar setengah jam setelah makan, beberapa siswa mulai mengeluh tidak enak badan dan segera dibawa ke Puskesmas Gembong untuk penanganan awal.
Tim medis Puskesmas Gembong langsung mengalami overload karena jumlah pasien yang tiba-tiba meningkat melampaui kapasitas rumah sakit kecil tersebut. Dokter dan perawat memberikan pertama kali tindakan berupa infusion cairan dan obat anti-mual, namun beberapa kasus yang tergolong berat perlu dirujuk ke RSUD RAA Soewondo untuk pemeriksaan lanjutan.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pati telah mengirimkan tim inspeksi untuk mengecek standar sanitasi dan proses persiapan MBG di sekolah-sekolah terkait. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kontaminan yang menyebabkan keracunan, baik dari bahan bahan makanan maupun dari proses penyajian.
Kepala SMPN 1 Gembong menyatakan bahwa sekolah akan bekerja sama dengan pihak kesehatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus meningkatkan pemantauan kesehatan siswa selama konsumsi makanan gratis. Ia juga menambahkan bahwa jika diperlukan, program MBG akan ditangguhkan sampai hasil inspeksi selesai.
Sementara itu, orang tua siswa yang terkena dampak mengajukan permohonan untuk penggantian biaya behand dan menjaga agar hal serupa tidak terulang di masa depan. Mereka menuntut transparansi dari penyedia makanan serta pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah daerah.
Kejadian ini menyoroti pentingnya standar keamanan pangan dalam program berbasis kemasyarakatan seperti MBG, terutama ketika melibatkan ribuan siswa setiap hari. Autoritas kesehatan dan pendidikan diharapkan dapat menindaklanjuti temuan inspeksi secepatnya untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (wm/lar)