Kritik terhadap pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyoroti kebijakan penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). MBG Watch, komunitas pemantau program gizi gratis, menilai langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan operasional ratusan dapur tersebut belum menjadi solusi jangka panjang. Menurut mereka, penutupan semacam itu justru berpotensi menciptakan kesenjangan pelayanan bagi penerima manfaat, terutama di wilayah yang keberadaan SPPG sangat terbatas.
Latar belakang kebijakan ini adalah temuan berbagai pelanggaran standar, mulai dari kurangnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga indikasi mark up harga bahan baku. Data BGN menunjukkan hingga Mei 2026 sebanyak 8.182 SPPG pernah disuspend, dan sekitar 1.780 di antaranya masih dalam status dihentikan sementara. Angka tersebut mencerminkan skala masalah yang cukup masif, bukan sekadar insiden terisolasi.
MBG Watch menyoroti bahwa akar masalah terletak pada sistem pengawasan yang belum berjalan efektif sejak tahap perencanaan. Proses verifikasi kelayakan dapur terasa terburu-buru demi mengejar target cakupan, sehingga banyak SPPG beroperasi tanpa persiapan infrastruktur memadai. Ketika masalah muncul, solusi reaktif berupa penutupan justru menambah beban bagi SPPG lain yang harus menutupi kekosongan zona distribusi.
Selain aspek pengawasan, pendanaan dan kapasitas SDM juga jadi perhatian. Banyak pengelola SPPG di tingkat lapangan mengeluhkan alokasi anggaran yang tidak sebanding dengan standar mutu yang dituntut. Di sisi lain, keterampilan tenaga pengolahan makanan dan pengelola administrasi masih bervariasi, tanpa langkah pelatihan terstruktur dan berkelanjutan dari pusat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui dinas terkait telah mengekspresikan dukungan atas penegakan standar, namun juga meminta agar penutupan tidak berdampak pada keberlangsungan program di daerah. Koordinasi antara BGN, pemerintah daerah, dan komunitas pemantau seperti MBG Watch dianggap kunci agar perbaikan berjalan sistematis, bukan hanya memburu target jumlah SPPG yang dibuka kembali.
Tanpa perbaikan sistemik — mulai dari mekanisme seleksi awal, alokasi dana yang realistis, pelatihan berkala, hingga pengawasan berbasis data terbuka — kebijakan penutupan sementara berisiko menjadi siklus berulang. MBG Watch menekankan bahwa tujuan program MBG adalah memastikan asupan bergizi berkualitas bagi anak bangsa, bukan sekadar mengejar angka cakupan dapur (nau/lar)