BANJARNEGARA — Program Revola Jawa Tengah memperkenalkan pengolahan lahan tidur dengan dukungan teknologi, termasuk drone dan irigasi tetes (drop irrigation). Pendekatan itu digambarkan sebagai cara mempercepat lahan nonproduktif menjadi produktif.
Liputan jateng.tribunnews.com menyebut program di Kabupaten Banjarnegara melibatkan kolaborasi petani senior dan generasi milenial. Sekitar 625 kepala keluarga dilaporkan terlibat, dengan perkiraan nilai produksi sekitar Rp1,9 miliar.
Penggunaan drone diarahkan untuk pemetaan dan efisiensi kerja lahan, sementara irigasi tetes menekan pemborosan air. Model ini diharapkan menjadi rujukan perluasan di daerah lain yang masih memiliki lahan tidur.
Pemprov menempatkan Revola sebagai bagian penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa. Keterlibatan pemuda dianggap penting agar inovasi pertanian tidak berhenti pada generasi yang lebih tua.
Angka partisipasi dan perkiraan produksi merujuk pemberitaan sumber. Realisasi panen dan perluasan ke kabupaten lain masih perlu dikonfirmasi lewat laporan resmi dinas terkait. (wm/lar)