Budaya

Pemanah Semarang Nurisa Dian Ashrifah Sumbang Emas Kelima Indonesia di Asian Games 2026

  • Nurisa Dian Ashrifah, pemanah asal Kota Semarang, menorehkan sejarah baru bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
  • Pria belia berusia 20 tahun ini mulai menekuni panahan sejak usia 11 tahun.
  • Di SEA Games 2025, Nurisa langsung membuktikan kualitasnya.
  • Prestasi Nurisa di Asian Games 2026 menjadi kelanjutan dari konsistensi performa yang ditunjukkan sejak akhir 2025.
Ilustrasi mediasatujateng

Nurisa Dian Ashrifah, pemanah asal Kota Semarang, menorehkan sejarah baru bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026. Di ajang Aichi-Nagoya, dia berhasil meraih medali emas nomor compound putri — emas kelima bagi Indonesia yang secara resmi melampaui target awal empat medali emas yang ditetapkan sebelum berangkat ke Jepang.

Pria belia berusia 20 tahun ini mulai menekuni panahan sejak usia 11 tahun. Saat ini Nurisa menempuh pendidikan Sarjana Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, sambil rutin berlatih di pelatnas panahan GBK, Jakarta. Perjalanannya ke puncak Asia dimulai dari kejuaraan tingkat nasional, sebelum akhirnya lolos ke tim nasional dan debut internasional di SEA Games 2025 di Thailand.

Di SEA Games 2025, Nurisa langsung membuktikan kualitasnya. Ia meraih emas individual compound putri setelah mengalahkan wakil Singapura Madeleine Xue Li Ong dengan skor tipis 142–140. Ia juga menyumbang emas beregu putri bersama Ratih Zilizati Fadly dan Yurike Nina Bonita Pereira, serta perunggu beregu campuran berduet dengan Prima Wisnu Wardhana. Tiga medali dalam satu edisi SEA Games menegaskan posisinya sebagai salah satu andalan panahan Indonesia.

Prestasi Nurisa di Asian Games 2026 menjadi kelanjutan dari konsistensi performa yang ditunjukkan sejak akhir 2025. Data World Archery mencatat career best-nya mencapai 703 poin pada November 2025, dengan posisi tertinggi dunia di peringkat 44. Angka-angka itu mencerminkan perkembangan teknis yang stabil, didukung disiplin latihan dan bimbingan pelatih tim nasional.

Kemenangan Nurisa di Aichi-Nagoya tak hanya berarti medali emas pribadi. Bagi Jawa Tengah, pencapaian ini memperkuat narasi bahwa atlet-aspel dari daerah mampu bersaing di panggung Asia. Warga Semarang dan Jawa Tengah menyambut kabar emas kelima dengan kebanggaan, mengingat Nurisa tumbuh dan berkembang di lingkungan olahraga kota tersebut.

Emas kelima ini juga menjadi momentum psikologis bagi seluruh kontingen Indonesia di sisa hari kompetisi. Melampaui target awal memberikan keyakinan tambahan bagi cabang olahraga lain yang masih bertanding, termasuk atletik, bulu tangkis, dan renang yang masih memiliki peluang menambah koleksi medali.

Dengan usia baru 20 tahun, Nurisa masih memiliki jangka panjang untuk berkembang. Pelatih tim nasional menilai potensinya masih terbuka lebar, terutama jika dia konsisten menjaga performa di rangkaian kejuaraan dunia hingga Olimpiade 2028. Saat ini, fokus utamanya adalah mempertahankan konsistensi teknis dan mental di setiap laga internasional. (air/lar)

← Kembali ke beranda