Hukum

Soal Dugaan Pembunuhan Berencana Mozza, Jejak Digital Ponsel Mahendra Very Dwi Anggara Jadi Kunci

  • Rekonstruksi kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa Rabu lalu (7/10) belum sepenuhnya menjawab pertanyaan besar di balik kematian perempuan muda tersebut.
  • Kasat PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, menyatakan bahwa penyidik masih mendasarkan penyelidikan pada fakta-fakta yang telah ditemukan selama proses pemeriksaan perkara.
  • Pemeriksaan digital terhadap ponsel Mahendra masih berlangsung hingga kini.
  • Kasus ini menarik perhatian publik setelah Mozza ditemukan tidak bernyawa di kosongannya di Semarang.

Rekonstruksi kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa Rabu lalu (7/10) belum sepenuhnya menjawab pertanyaan besar di balik kematian perempuan muda tersebut. Polisi kini memusatkan perhatian pada jejak digital yang tersimpan di ponsel tersangka Mahendra Very Dwi Anggara (22), yang saat ini sedang diperiksa secara forensik guna mengungkap rangkaian peristiwa sebelum, saat, hingga setelah kejadian.

Kasat PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, menyatakan bahwa penyidik masih mendasarkan penyelidikan pada fakta-fakta yang telah ditemukan selama proses pemeriksaan perkara. Namun, hasil rekonstruksi dinilai belum cukup untuk memastikan adanya perencanaan pembunuhan. Polisi menunggu hasil analisis forensik terhadap perangkat elektronik tersangka untuk mengetahui apakah terdapat komunikasi, rekaman, atau data lain yang berkaitan dengan perkara.

Pemeriksaan digital terhadap ponsel Mahendra masih berlangsung hingga kini. Menurut Ni Made, data dalam perangkat tersebut menjadi salah satu petunjuk krusial karena berpotensi memperjelas sejumlah bagian yang belum sepenuhnya terungkap. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya rekaman video yang berkaitan dengan kejadian, yang nantinya akan dicocokkan dengan keterangan saksi serta fakta-fakta lain yang sudah dikantongi penyidik.

Kasus ini menarik perhatian publik setelah Mozza ditemukan tidak bernyawa di kosongannya di Semarang. Tersangka Mahendra, yang dikenal sebagai kenalan korban, diamankan polisi tidak lama setelah insiden. Otopsi dan hasil forensik ponsel diharapkan menjadi kunci penentu arah hukum kasus ini, apakah masuk kategori pembunuhan berencana yang diancam pidana lebih berat, atau pembunuhan biasa.

Polrestabes Semarang meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses penyidikan. Penyidik terus mengumpulkan bukti material dan bukti digital demi mengungkap kebenaran seutuhnya. Hasil forensik ponsel diharapkan selesai dalam waktu dekat untuk segera menentukan status hukum tersangka serta artikel pasal yang akan dikenakan. (sin/lar)

← Kembali ke beranda