Jateng Raya

Tiga Bulan Susah Air, Warga Desa Pangkat Magelang Dapat Bantuan Air Bersih

  • Warga Desa Pangkat, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang akhirnya bernapas lega.
  • Krisis air di Desa Pangkat bukan hal baru.
  • Kepala Desa Pangkat, Bapak Sutrisno, mengungkapkan bahwa krisis air kali ini paling parah dalam sepuluh tahun terakhir.
  • Respons pemerintah daerah akhirnya datang.

Warga Desa Pangkat, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang akhirnya bernapas lega. Selama tiga bulan terakhir, mereka harus berjuang keras memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari akibat kemarau berkepanjangan yang mengeringkan sumur-sumur residents. Kini, bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mulai mengalir ke desa mereka.

Krisis air di Desa Pangkat bukan hal baru. Setiap musim kemarau, warga di lereng Bukit Menoreh ini selalu menghadapi kesulitan serupa. Namun tahun ini kondisinya lebih parah. Curah hujan yang sangat minim sejak Juni lalu menyebabkan debit air sumur warga menyusut drastis hingga kering total. Puluhan kepala keluarga di Dusun Beteng dan sekitarnya terpaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan segelas air dari titik distribusi yang jarang sekali datang.

Kepala Desa Pangkat, Bapak Sutrisno, mengungkapkan bahwa krisis air kali ini paling parah dalam sepuluh tahun terakhir. "Biasanya satu bulan sudah hujan. Tahun ini sudah tiga bulan tidak hujan, sumur warga kering semua. Kami sudah lapor ke kecamatan dan kabupaten sejak Juli," ujarnya saat ditemui di kantor desa, Senin (28/9).

Respons pemerintah daerah akhirnya datang. BPBD Kabupaten Magelang menyalurkan dropping air bersih menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran dilakukan setiap tiga hingga empat hari sekali, menargetkan RT-RT yang paling terdampak. Sejak program dimulai awal September, sudah enam kali dropping air dilakukan ke Desa Pangkat dengan total volume lebih dari 30.000 liter.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, sebelumnya telah melepas bantuan 101.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah kecamatan, termasuk Salaman. Bantuan itu didukung oleh relawan Pemuda Muhammadiyah yang turun langsung ke desa-desa untuk membantu distribusi. Kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, dan organisasi masyarakat sipil ini menjadi kunci percepatan penanganan.

Tak hanya BPBD, Polsek Salaman Polresta Magelang juga ikut turut serta. Minggu lalu mereka mendistribusikan 2.000 liter air bersih ke Dusun Demangan, Desa Kebonrejo yang juga berada di Kecamatan Salaman. Kapolsek Salaman AKP Edy Purwanto menegaskan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan air. Polsek akan terus memantau dan berkoordinasi untuk wilayah lain yang membutuhkan.

Data BPBD Kabupaten Magelang menunjukkan, dari 21 kecamatan di Magelang, 14 kecamatan masuk kategori rawan kesulitan air bersih. Kecamatan Salaman merupakan salah satunya. Hingga saat ini, penyaluran air bersih sudah dilakukan di empat kecamatan dengan total volume lebih dari 50.000 liter. Pemkab menyiapkan anggaran darurat untuk memastikan program dropping air berlanjut hingga hujan turun.

Warga Desa Pangkat seperti Ibu Siti (45), warga RT 26 Dusun Beteng, mengaku terbantu besar. "Dulu beli air galon mahal, sumur kering. Sekarang tangki BPBD datang, kami bisa mandi, masak, cuci normal lagi. Terima kasih Pak Bupati dan BPBD," ucapnya sambil mengisi jerigen di titik distribusi.

Pemkab Magelang juga telah meluncurkan aplikasi pelaporan krisis air agar warga bisa melaporkan kebutuhan langsung ke BPBD. Sistem ini diharapkan mempercepat pemetaan dan distribusi bantuan. Bupati Grengseng menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian — keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa diperlukan untuk bersama-sama mengatasi dampak kekeringan ini. (aim/lar)

← Kembali ke beranda