Grand launching transformasi perhubungan Jawa Tengah 2026 digelar oleh Gubernur Ahmad Luthfi pada Senin (19/9) di Gedung Awal Bros, Semarang. Acara tersebut memperkenalkan tiga inisiatif utama: pengadaan taksi listrik, penerapan sistem terminal cashless, serta integrasi layanan Trans Jateng dengan angkutan lokal.
Taksi listrik yang akan dioperasikan oleh perusahaan transportasi setempat diklaim dapat mengurangi emisi karbon hingga 40% dibanding taksi konvensional. Pengguna dapat memesan taksi melalui aplikasi mobile yang terintegrasi dengan sistem pembayaran cashless.
Terminal cashless diharapkan mempercepat transaksi penumpang dan mengurangi risiko kekurangan uang kecil. Sistem ini akan diterapkan dulu di terminal Terboyo dan Tirtonadi sebelum diperluas ke seluruh Jawa Tengah.
Integrasi Trans Jateng menyatukan jadwal dan tarif antar-kota dengan angkutan kota seperti angkot dan microlet, sehingga penumpang bisa transferring dengan satu tiket digital. Pemerintah menilai langkah ini akan meningkatkan angka penumpang transporte publik sebesar 25% hingga akhir tahun 2027. (red/lar)