Jateng Raya

Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Meluas ke Tiga Sekolah, 54 Siswa Dirawat

  • Dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, terus meluas.
  • Para siswa yang terpapar menunjukkan gejala tipis seperti mual, muntah, dan diare setelah konsumsi makanan yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Kepala Dinas Kesehatan Pati, dr.
  • Sebagai langkah pencegahan, pelayanan MBG di tiga sekolah terkait telah sementara dihentikan sampai hasil laboratorium jelas.

Dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, terus meluas. Berdasarkan laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, keracunan ini telah menyebar ke tiga sekolah lokal, dengan total 54 siswa yang sedang dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk pemantauan kondisi kesehatan.

Para siswa yang terpapar menunjukkan gejala tipis seperti mual, muntah, dan diare setelah konsumsi makanan yang disediakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim medis telah memberikan perawatan symptomatic dan mengawari fungsi organ vital karena kecurangan terhadap kontaminasi bahan bertoksin dalam makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Pati, dr. Haryanto, menyampaikan bahwa investigasi masih berlangsung untuk menentukan sumber pasti kontaminasi. Sampel makanan dari dapur sekolah serta bahan baku yang digunakan sedang diuji di laboratorium kesehatan provinsi. Selain itu, tim epidemiologi melakukan wawancara dengan pihak sekolah dan penyedia layanan catering untuk melacak rantai distribusi.

Sebagai langkah pencegahan, pelayanan MBG di tiga sekolah terkait telah sementara dihentikan sampai hasil laboratorium jelas. Sekolah-sekolah tersebut juga telah meningkatkan koordinasi dengan posyandu lokal untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai tanda bahaya keracunan dan kapan harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Wali murah yang dikonfirmasi anaknya termasuk dalam kasus ini menyatakan khawatir namun mengapresiasi respons cepat dari pihak pemerintah. Mereka berharap agar transparansi informasi terkait hasil investigasi dapat disampaikan segera agar kepercayaan terhadap program MBG dapat diperkuat. (wm/lar)

← Kembali ke beranda