Analisa · Ekonomi

IHSG Berpeluang Rebound Teknis, Perhatikan Yield AS dan Kebijakan BI

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melakukan rebound teknis hari ini ke kisaran 6.
  • Secara global, sentimen pasar cenderung mixed dengan kecenderungan risk-on selektif.
  • Bank Indonesia dalam kebijakan terbaru mempertahankan BI-Rate di 5,75% (Deposit Facility 4,75%, Lending Facility 6,50%) dengan narasi hawkish pause — siap menaikkan suku bunga jika tekanan rupiah memburuk.
  • Teknisnya, IHSG membentuk bullish hammer di daily chart dengan RSI 14 hari memasang 38 — mendekati oversold — dan MACD mulai converge ke garis nol.
Ilustrasi mediasatujateng

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melakukan rebound teknis hari ini ke kisaran 6.050–6.100 setelah dua hari menguji level support psikologis 6.000. Rupiah membuka menguat tipis ke Rp17.950 per dolar AS seiring Dollar Index (DXY) melemah ke 103,2 dari 103,5 kemarin, memberikan ruang napas bagi pasar saham domestik. Volume perdagangan kemarin tercatat Rp9,2 triliun — di bawah rata-rata 30 hari Rp11,5 triliun — menandakan kelelahan penjual dan menunggu katalis baru.

Secara global, sentimen pasar cenderung mixed dengan kecenderungan risk-on selektif. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun stabil di 5,30% setelah menembus 5,34% pekan lalu — level tertinggi sejak 2002 — didorong term premium dan kekhawatiran fiskal AS. Data ISM Services PMI September naik ke 54,9 (konsensus 51,8) menunjukkan ekonomi AS tetap tangguh, menurunkan ekspektasi potong suku bunga Fed November ke 68% dari 82% seminggu lalu. Eropa: Stoxx 600 naik 0,4% didorong sektor energi dan utilities, namun spread OAT-Bund Prancis tetap melebar di 155 basis point mencerminkan risiko politik anggaran. Asia: Nikkei 225 naik 1,2% berkat pelemahan yen, Kospi naik 0,8% dipandu chipmaker, sementara pasar China tetap libur Golden Week hingga 8 Oktober.

Bank Indonesia dalam kebijakan terbaru mempertahankan BI-Rate di 5,75% (Deposit Facility 4,75%, Lending Facility 6,50%) dengan narasi hawkish pause — siap menaikkan suku bunga jika tekanan rupiah memburuk. BI menekankan strategi triple intervention: spot market (terbatas), instrumen NDF offshore dan DNDF domestik, serta hedging swap yang telah menarik aliran masuk USD6,2 miliar sebulan terakhir. Cadangan devisa per Agustus 2026 mencatat USD147,2 miliar (5,5 bulan impor), memberikan buffer eksternal yang memadai.

Teknisnya, IHSG membentuk bullish hammer di daily chart dengan RSI 14 hari memasang 38 — mendekati oversold — dan MACD mulai converge ke garis nol. Support kuat: 6.000 (psikologis) – 5.980 (Fibonacci 61,8% naikan April–September). Resistensi: 6.100 (EMA 20) – 6.150 (gap down 2 Oktober). Sektor perbankan dan telekomunikasi tetap oversold berlebihan dan jadi kandidat bounce paling kuat, sementara energi dan bahan baku ikut harga komoditas global.

Tiga saham relevan untuk dipantau: BBRI (Perbankan) — thesis: Holding Ultra Mikro jadi moat struktural, dividen 3 tahun naik berturut-turut, fair value konsensus Rp4.550 (upside ~10% dari Rp4.130), risiko utama: NPL mikro >3% dan tekanan margin jika BI-Rate naik. TLKM (Telekomunikasi) — thesis: data center + fiber dorong recurring revenue tumbuh 2-digit, target analis Rp3.600 (upside ~9% dari Rp3.310), risiko utama: regulasi tarif wholesale dan capex berat 2027. BMRI (Perbankan) — thesis: ekosistem digital Livin' + Kopra turunkan cost of funds ke 2,1%, kredit korporasi tumbuh 14% YoY, valuation P/B 1,15x menarik, risiko utama: overhang aliran keluar asing berkelanjutan dan NPL korporasi.

Sentimen berita 7 hari: BBRI net buy asing Rp1,8 triliun (akumulasi 3 hari terakhir) didorong laporan stress test BI menunjukkan ketahanan modal kuat. TLKM memimpin net buy asing Rp2,1 triliun sebulan terakhir berkat revisi laba buy-side naik 5–7% dan narasi re-rating telco. BMRI masih net sell asing Rp180 miliar/hari rata-rata 5 hari, namun foreign ownership turun ke 38,2% dari 41% awal tahun — level yang historis jadi entry point. (ta/lar)

Tulisan ini hanya berupa informasi pasar, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham dan efek lain yang dibahas. Periksa silang setiap data, lalu lakukan riset lanjutan sendiri sebelum mengambil keputusan.

← Kembali ke beranda